Home Pendidikan Tata Cara, Niat dan keutamaan Puasa Asyura Di Bulan Muharam

Tata Cara, Niat dan keutamaan Puasa Asyura Di Bulan Muharam

36
0

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam Sistem Takwim Hijrah (Hijriah). Pada asasnya, Arti Muharram membawa maksud ‘diharamkan’ atau ‘dipantang’, yaitu bulan di mana Allah SWT melarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah. Begitulah kebiasaan mereka tempo dulu mengkhususkan bulan-bulan peperangan dan bulan-bulan gencatan senjata, Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir terdapat keterangan berikut,

Dinamakan bulan Muharram karena bulan tersebut memiliki banyak keutamaan dan kemuliaan, bahkan bulan ini memiliki keistimewaan serta kemuliaan yang sangat amat sekali dikarenakan orang arab tempo dulu menyebutnya sebagai bulan yang mulia (haram), tahun berikutnya menyebut bulan biasa (halal).

Awal bulan September 2019 ini, bertepatan dengan dimulainya kalender penanggalan Islam tahun 1441 Hijriah. Tanggal 1 di bulan pertama kalender Hijriah, yaitu Muharam, jatuh pada Minggu, 1 September 2019.

Bulan Muharam memiliki makna penting dalam ajaran Islam. Dalam bahasa Arab-Islami, ‘muharam’ artinya diharamkan atau dipantang. Pantangan yang dimaksud adalah larangan untuk melakukan peperangan, pertumpahan darah, dan perbuatan keji lainnya.

Hadist Puasa Tasyua dan Asyura

Dalam Hadis Riwayat Abu Hurairah diceritakan ketika seseorang mendatangi Rasulullah SAW dan bertanya, “Setelah Ramadan, puasa di bulan apa yang lebih afdal?”. Kemudian beliau menjawab, “Puasa di Bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut dengan Muharam”.
Dari penggalan Hadis Riwayat di atas, disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat menganjurkan umat muslim untuk mengerjakan puasa sunah Asyura. Pahalanya disebut-sebut dapat menghapuskan dosa selama setahun sebelumnya.

Niat Puasa Tasu’a dan Asyura

Tata Cara, Niat dan keutamaan Puasa Asyura Di Bulan Muharam
Seperti puasa lainnya, disunahkan untuk makan sahur sebelum masuk waktu Subuh dan membaca niat puasa Tasu’a dan besok nya Asyura. Niat bisa dibaca pada malam sebelumnya atau sebelum memulai puasa. Setelah itu dilanjutkan dengan menahan lapar, dahaga, dan hal-hal yang membatalkan puasa hingga tiba waktu Magrib.
Sebelum puasa sunah Asyura yang dikerjakan pada tanggal 10 Muharam, umat muslim juga diperbolehkan berpuasa sunah Tasu’a sehari sebelumnya pada 9 Muharam. Lafal niatnya puasa sunah Tasu’a adalah sebagai berikut:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â’i lillâhi ta‘âlâ.
 
Artinya: Aku berniat puasa sunah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT.
 
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Asyura’i lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.
Itulah Tata Cara, Niat dan Keutamaan Puasa Asyura di Bulan Muharam mengerjakan puasa sunah Asyura di bulan Muharam. Semoga bisa menambah ketaatan beribadah bagi umat muslim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here